Beasiswa?kenapa tidak...

 Pusat Info Beasiswa

Rabu, 09 Desember 2009

Ringkasan Novel: Siti Nurbaya

Cinta adalah prahara dunia

Sutan Mahmud Syah termasuk salah seorang bangsawan yang cukup terkenal di Padang. Penghulu yang sangat disegani dan dihormati penduduk disekitarnya itu, mempunyai putra bernama Samsulbahri, anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik. Bersebelahan dengan rumah Sutan Mahmud Syah, tinggal seorang Saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman. Putrinya, Sitti Nurbaya, juga merupakan anak tunggal keluarga kaya-raya itu.

Sebagaimana umumnya kehidupan bertetangga, hubungan antara keluarga Sutan Mahmud Syah dan keluarga Baginda Sulaiman, berjalan dengan baik. Begitu pula hubungan Samsulbahri dan Sitti Nurbaya. Sejak anak-anak sampai usia mereka menginjak remaja, persahabatan mereka makin erat. Apalagi, keduanya belajar di sekolah yang sama. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.

Sementara itu, Datuk Meringgih, salah seorang saudagar kaya di Padang, berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. Ia menganggap Baginda Sulaiman sebagai saingannya yang harus disingkirkan, di samping rasa iri hatinya melihat harta kekayaan ayah Sitti Nurbaya itu. “Aku sesungguhnya tidak senang melihat perniagan Baginda Sulaiman, makin hari makin bertambah maju, sehingga berani ia bersaing dengan aku. Oleh sebab itu, hendaklah ia dijatuhkan,” demikian Datuk Meringgih berkata (hlm. 92). Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan, took-toko, dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman.

Akal busuk Datuk Meringgih berhasil. Baginda Sulaiman kini jatuh miskin. Namun, sejauh itu, ia belum menyadari bahwa sesungguhnya, kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Meringgih. Oleh karena itu, tanpa prasangka apa-apa, ia meminjam uang kepada orang yang sebenarnya akan mencelakakan Baginda Sulaiman.

Bagi Datuk Meringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”, karena memang hal itulah yang diharapkannya. Rentenir kikir yang tamak dan licik itu, kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. Pada saat yang telah ditetapkan, Datuk Meringgih pun dating menagih janji.

Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tak dapat melunasi utangnya. Tentu saja Datuk Meringgih tidak mau rugi. Tanpa belas kasihan, ia akan mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi, kecuali apabila Sitti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya.

Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putrid tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu walaupun sbenarnya ia tak dapat berbuat apa-apa. Maka, ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya, ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalsni hukuman. Pada saat itulah, Sitti Nurbaya keluar dari kamarnya dan menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Meringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Sitti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan.

Samsulbahri, mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Sitti Nurbaya, juga ikut prihatin. Cintanya kepada Sitti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia lupakan. Oleh karena itu, ketika liburan, ia pulang ke Padang, dan menyempatkan diri menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit. Kebetulan pula, Sitti Nurbaya pada saat yang sama sedang menjenguk ayahnya. Tanpa sengaja, keduanya pun bertemu lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing.

Ketika mereka sedang asyik mengobrol, datanglah Datuk Meringgih. Sifat Meringgih yang culas dan selalu berprasangka itu, tentu saja menyangka kedua orang itu telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Samsulbahri yang tidak merasa tidak melakukan hal yang tidak patut, berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan.

Pada saat pertengkaran terjadi, ayah Sitti Nurbaya berusaha datang ke tempat kejadian. Namun, karena kondisinya yang kurang sehat, ia jatuh dari tangga hingga menemui ajalnya.

Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. Ayah Samsulbahri yang merasa maluatas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya, kemudian mengusir Samsulbahri. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. Sementara Sitti Nurbaya, sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Meringgih. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya yang bernama Aminah.

Sekali waktu, Sitti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. Namun, akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Meringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu, Sitti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Oleh karena Sitti Nurbaya tidak bersalah, akhirnya ia bebas dari tuduhan. Namun, Datuk Meringgih masih juga belum puas. Ia kemudian menyuruh seseorang untuk meracun Sitti Nurbaya. Kali ini, perbuatannya berhasil. Sitti Nurbaya meninggal karena keracunan.

Rupanya, berita kematian Sitti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. Ia kemudian jatuh sakit, dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia.

Berita kematian Sitti Nurbaya dan ibu Samsulbahri, sampai juga ke Jakarta. Samsulbahri yang merasa amat berduka, mula-mula mencoba bunuh diri. Beruntung, temannya, Arifin, dapat menggagalkan tindakan nekat Samsulbahri. Namun, lain lagi berita yang sampai ke Padang. Di kota ini, Samsulbahri dikabarkan telah meninggal dunia.

Sepuluh tahun berlalu. Samsulbahri kini telah menjadi serdadu kompeni dengan pangkat letnan. Ia juga sekarang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. Sebenarnya, ia menjadi serdadu kompeni bukan karena ia ingin mengabdi kepada kompeni, melainkan terdorong oleh rasa frustasinya mendengar orang-orang yang dicintainya telah meninggal. Oleh karena itu, ia sempat bimbang juga ketika mendapat tugas harus memimpin pasukannya memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. Bagaimanapun, ia tak dapat begitu saja melupakan tanah leluhurnya itu. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Meringgih.

Dalam pertempuran me;awan pemberontak itu, Letnan Mas mendapat perlawanan cukup sengit. Namun, akhirnya ia berhasil menumpasnya, termasuk juga menembak Datuk Meringgih, hingga dalang pemberontak itu tewas. Namun, Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Meringgih.

Rupanya, kepala Letnan Mas yang terluka itu, cukup parah. Ia terpaksa dirawat dirumah sakit. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Ternyata, pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia Samsulbahri, ia mengembuskan napas di depan ayahnya sendiri. Adapun Sutan Mahmud Syah, begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya

Kamis, 03 Desember 2009

Tugas lagi, salbut....

Lemahnya pemahaman terhadap kenyataan sejarah dan sunnatullah dalam kehidupan
Kurang maksimalnya pemahaman terhadap pandangan hidup, sejarah, dan ketetapan Allah pada makhluknya memiliki dampak menginginkan suatu kenyataan yang tidak ada, menjadikan kebohongan menjadi fakta, terlalu meagandalkan imajinasi sehingga terkesan berhayal dan memahami sebuah realita tanpa adanya kebenaran hakiki serta menafsirkan pengetahuan dengan adanya misi yang tersimpan dalam benaknya bahkan tidak dengan dasar – dasar hukum syari`at yang sesuai. Hal ini terjadi sebab adanya keinginan mengubah pemikiran, budaya, akhlak, sosial, politik, dan ekonomi pada masyarakat karena adanya misi dan kepentingan tersendiri jadi tidak lagi melihat kebenaran yang ada apalagi bernilai li i`lai kalimatillah

Nah, jika terjadi perisriwa seperti yang telah disebutkan maka akan dikatakan hanya bisa berkata tanpa menunjukkan adanya langkah yang positif sehingga akan lahir istilah Junun
Padahal jika kita bercermin pada perjuangan nabi di Mekkah selama tiga belas tahun yang tidak hanya berdakwah namun juga mendidik walaupun dengan keadaan kemusyrikan terjadi disekeliling beliau bahkan ada 360 patung berhala di wilayah ka`bah namun nabipun tetap melakukan thawaf tanpa peduli pada patung – patung itu dengan penuh kesabaran tanpa sedikitpun berinisiaif memugar sesembahan kaum musyrik tersebut karena apabila nabi dan para sahabat menghancurkan maskot orang – orang kafir itu pasti akan terjadi prahara yang besar dikemudian hari

Maka strategi nabi adalah dengan cara pendekatan secara tauhidi, senantiasa mengajak supaya hati mereka lebih bertaqwa, meninggalkan kebiasaan – kebiasaan Su`i dan melancarkan barisan prajurit yang disiagakan untuk memerangi golongan – golongan yang melawan hingga pada akhirnya bisa meluluhkan kepercayaan mereka terhadap islam, usaha kerah nabi tidak cukup hanya disitu, namun beliau juga menganjurkan kesabaran pada sahabat – sahabatnya. Dari sinilah lahir ni`matul ummah
Contoh kesabaran nabi yang benar – benar halim bisa dilihat ketika ada seorang sahabat mengusulkan usulan pada nabi untuk melawan dan memerangi orang – orang kuffar yang selalu menginjak harga diri kaum muslimin akan tetapi beliau tidak memberikan idzin sampai akhirnya turunlah firman Allah SWT untuk Qital

Asbabun nuzul dari firman Allah yang menganjurkan untuk memerangi kaum yang bathil ini terjadi ketika Amr bin Yasir dan kedua orang tuanya betul – betul disiksa secara tidak manusiawi dan ketika bertemu dengan Nabi Muhammad SAW beliau memberikan `api semangat` yang menumbuhkan keimanan dengan bersabda “ Sesungguhnya balasanmu adalah surga ” , setelah itu turunlah ayat Allah yang berhubungan dengan perang yang artinya yaitu :
"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu"

Jumat, 20 November 2009

sharf

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Bahasa merupakan alat komunikasi yang menjadi symbol dalam kehidupan kita. Bahasa memiliki unsur – unsur dalam struktur keilmuan untuk bisa difahami baik bagi yang berbicara maupun bagi pendengarnya
Seiring dengan majunya disiplin ilmu bahasa, terutama bahasa Arab yang merupakan bahasa jannah maka berkembang pula pembahasan yang ada didalamnya, seperti corak fail bila dipandang dari disebutkan atau tidak disebutkannya dalam konteks kalimat
Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu Sharaf makalah yang membahas tentang fiil ma`lum dan fiil majhul dengan seringkas mungkin ini disusun agar menjadi ukuran kadar intelektualan belajar di fakultas Adab jurusan Bahasa dan Sastra Arab.
Semoga bermanfaat. Amien

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan makalah ini adalah :
A. Apa dan bagaimana fiil ma`lum itu?
B. Apa dan bagaimana fiil majhul itu?

3. Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan dari makalah ini adalah memberikan pemahaman kepada audiens tentang :
A. Fiil Ma`lum
B. Fiil Majhul

BAB II
PEMBAHASAN

Fiil jika dilihat dari sudut pandang failnya maka dibagi dua bagian
A. Fiil Ma`lum

Dalam istilah bahasa Indonesia fiil ma`lum sering pula disebut kata kerja bentuk aktif , Fiil Ma`lum definisinya adalah Kalimat yang dalam konteksnya terdapat (menyebutkan) Fail seperti contoh :
ضَرَبَ عُمَرُ
Catatan :

• Cara mudah proses pembuatan fiil ma`lum jika kata tersebut terdiri dari fiil madhi tsulasi mujarrad yang huruf sebelum akhirnya berupa huruf alif yang ikut wazan : فََعَلَ – يَفْعُلُ seperti lafadz : .سَامَ – يَسُوْمُ, رَامَ - يَرُوْمُmaka tinggal mendommahkan huruf depan (awal) nya, jadi lafadz – lafadz tersebut menjadi :سُمْتُ و رُمْتُ

• Namun bila termasuk wazan : فََعَلَ – يَفْعِلُ ,seperti : بَاعَ – يَبِيْعُ, جَاءَ - يَجِيْئُatau wazan : فََعَلَ – يَفْعَلُseperti: نَالَ – يَنَالُ, خَافَ – يَخَافُmaka prosesnya tinggal mengharakati kasroh pada huruf depannya, berarti lafadz – lafadz tersebut menjadi
نِلْتُ, خِفْتُ, بِعْتُ, جِئْتُ:

B. Fiil Majhul

Pengertiannya yaitu susunan kalimat yang tidak menyebutkan fail dalam susunannya sebab beberapa faktor yaitu :
• Pemahaman yang dimiliki pendengar
• Bisa dimengerti oleh semua pihak
• Sebab tidak diketahui
• Nilai sastra
Contoh:
ضُرٍبَ عُمَرُ
 Bila akan membentuk fiil majhul maka wajib mengubah bentuk fiilnya, yaitu jika fiil madhi maka dikasroh huruf sebelum akhir dan mendhommahkan huruf hidup sebelumnya seperti contoh ضُرٍبَ asalnya ضَرَبَ
 Kalau huruf sebelum akhir fiil madhi berupa alif maka diubah menjadi ya` dan diberi harokat kasroh pada huruf sebelumnya seperti :قاَلَ menjadi قِيْلَ

 Jika terdiri dari fiil mudlore` maka didhommahkan huruf awalnya dan menfathahkan huruf sebelum akhirnya seperti contohيََضْرِبُ: menjadi يُضْرِبُ

BAB III
PENUTUP

Jika dalam tata bahasa Indonesia dikenal istilah kata kerja aktif dan kata kerja pasif maka dalam tata bahasa Arab, dikenal pula istilah Fi'il Ma'lum dan Fi'il Majhul yang fungsinya mirip dengan kata kerja aktif dan kata kerja pasif . Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:
ضَرَبَ عُمَرُ ضُرٍبَ عُمَرُ
(= Umar memukul) (= Umar dipukul)
Fi'il ضَرَبَ (=memukul) adalah Fi'il Ma'lum (kata kerja aktif). Fa'il atau Pelakunya adalah Umar bersifat aktif (melakukan pekerjaan yakni memukul).
Fi'il ضُرِبَ (=dipukul) adalah Fi'il Majhul (kata kerja pasif). Fa'il atau Pelakunya tidak diketahui (tidak disebutkan). Untuk itu, dalam Fi'il Majhul, dikenal istilah Naib al-Fa'il ( نَائِبُ الْفَاعِل ) atau Pengganti Fa'il (Pelaku). Dalam contoh di atas, Umar adalah Naib al-Fa'il (pengganti Pelaku).
Jadi inti dari pelajaran ini kita harus mengikuti skema berikut
Fi'il Madhi Fi'il Mudhari'
Fi'il Ma'lum Fi'il Majhul Fi'il Ma'lum Fi'il Majhul
فَعَلَ فُعِلَ يَفْعَلُ يُفْعَلُ

Daftar Pustaka
Al Galayini , Musthafa. Jami` al-Durus al-Arabiyyah, Lebanon:Daar al-Kutub al-Ilmiyyah edisi 8, 2007
Dayyab , Hifni Bek. Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah, Jakarta:Darul Ulum Press cetakan 6, 2007 terj
Munawwir, AW. Kamus Al Munawwir , Surabaya:Pustaka Progressif edisi 2, 1997
http://www.freewebs.com/arabindo/w15.htm
http://www.wahib-dr.com

Kamis, 19 November 2009

Sunan Kalijaga Vs Syekh Siti Jenar[1]

Satu

Dua

Tiga

Itu harus

Satu

Tiga

Lima

Itu lekas

Makna umum dari karya ini adalah pengungkapan tabir sistem thariqah yang menjadi pedoman paradigma pembelajaran Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar yakni jika Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan dalam nilai amaliyah dengan mempelajari Syari`at, Thariqat dan Hakikat berdasarkan dalil :

وشريعة وطريقة و حقيقة كسفينة في البحر لذهاب[2]

Sedangkan Syekh Siti Jenar menerapkan keilmuan yang sulit diamalkan oleh ummatnya sebab mayoritas masih islam beginner yaitu: Syari`at, Hakikat dan Makrifat, jadi hal ini sulit diadaptasi oleh pengikutnya.

Peristiwa serupa persis pernah terjadi dimasa keemasan kaum sufi melalui tokoh panutannya yaitu Al-Hallaj di Baghdad beberapa abad yang lalu .

Karya sastra ini merupakan sebuah syair yang berisi tentang nilai ajaran ritual keagamaan penuh dengan kekentalan sufi yang dicerminkan dengan tokoh seniman penyiar agama Islam di Jawa, Sunan Kalijaga dan sang kontroversi Syekh Siti Jenar .

Karya sastra model ini bisa juga disebut sastra bandingan, yaitu studi banding ilmu pengetahuan yang kemudian lahir studi bandingan dalam agama[3] .

berikut struktur intrinsik dan ekstrinsiknya :

1. Intrinsik

Terdiri dari penuturan tokoh, alur, latar dan tema ( hal ini pasti berkaitan dengan sastra)

* Tokoh

Dalam puisi ini tokoh yang diangkat adalah Sunan kalijaga dan Syekh Siti Jenar

* Alur

Berdimensikan kedalaman ilmu pengetahuan khususnya thariqat yang berbeda antara pemahaman pengikut masing – masing sekte

* Latar

Background karya yang nyentrik ini adalah pada padepokan dimana system ajian sorogan dilakukan, yaitu pada halaqah- halaqah yang membahas tentang jati diri al ma`budu fillahi dan wahdatul wujud .

* Tema

Tema yang diangkat adalah perseteruan antara Sunan Kalijaga versus Syekh Siti Jenar ditinjau dari segi paradigma ajarannya

2. Ekstrinsik

Pemaparan politik, social, budaya, agama, sejarah dan biografi (struktur ini tidak selalu mengacu pada karya sastra seperti intrinsik) .

* Politik

Puisi ini dipengaruhi oleh keadaan politik yang mana pihak wali songo yang dalam hal ini diwakili oleh Sunan Kalijaga memilih Raden Patah untuk memimpin perjuangan dengan pemerintahan demak sedangkan Syekh Siti Jenar Sendiri mendukung gerakan pimpinan muridnya sendiri yang merupakan kerabat Majapahit .

* Sosial, Budaya serta Agama

Oleh karena masih kentalnya pengaruh agama hindu budha waktu itu maka puisi ini juga memaparkan kelas peribadatan dan kedekatan antara hamba dan tuhan serta kelas kasta yang sepertinya timbul dalam konteks thariqah .

* Biografi dan Sejarah

Jika kita menyimak puisi ini dengan seksama maka begitu terperinci sejarah perbedaan pemikiran dan nalar serta juga praktek amaliyah dari kedua pendekar penyebar islam ini .

Mengenai biografi, karya ini sulit membuka tabir pelaku sebab puisi ini sangat mengandalkan ketajaman akal untuk berpikir dan hatilah penilainya. Namun bila kita memahami arti ajaran sejarahnya maka pasti faham pulalah biografinya dengan otomatis[4] .

[1] Ibnu Syamsul el-Fikry, Warna 1001 Makna, (Sumenep:Al - Amien Printing, 2006) Halaman 3

[2] Bakr Al-Makky bin Muhammad Syatha Ad – Dimyathi, Kifayatul Atqiya`, (Surabaya:Al – Hidayah,1402) Hal. 9

[3] Kamal Yusuf, Teori Sastra, (Surabaya: Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel, 2009) Hal. 10

[4] Paper ini bisa di baca pada diare pribadi penulis di dunia maya, www.abdullahhanani.blogspot.com

Minggu, 01 November 2009

......

Sungguh lucu, seakan dunia ini hanya wajah dan topeng manusia saja....
Malam itu kuhidupkan lampu kota
penduduk malah semakin buta
aku semakin tak mengerti ketika air panas tertawa
gumamku hanyalah ejekan saja

jalan berliku menampar
niat makin sangar
namun petir menyambar
langit hanya sesekali terlihat memar
buyar

tawassulku kan menjadi nanah
air matapun tumpah
gelisah
rebahkan bibir pada tanah
innalillah

ingat hayalanku bukan sampah!!

Kamis, 29 Oktober 2009

Berhala


semenjak dilahirkan aku sudah tau jika tiada perbedaan antara aku dan patung ini, ketika sang pemilik ingin mengubah posisi, maka tiada daya dan upaya yang harus dikatakan untuk menolak walau dalam batin gemuruh sering bergejolak. kadang diri ini iri melihat kebebasan yang dimiliki setiap sahabat walau banyak juga dari mereka yang iri dengan kondisiku
sadarku hanyalah pada tulisan diriku bercerita, pada rintih doa semua tertumpah dan pada malam yang sering menghiburku dengan bintangnya.makhluk lemah ini curhat seraya bekata "aku punya akal untuk berpikir&punya hati untuk memilih jalanku", esok malam akan mengirimkan matahari untuk menerangi jiwaku....
jika seorang terbiasa menulis tinta hitam diatas putih kertas, maka seorang hanani hanya melukis takdirnya dengan tinta putih pada keadaan hitam yang mencekam dan berduri
aku sakit hati karena takdir ini namun semoga dibalik 'tembok' tinggi penghalang kita terdapat takdir terbaiknya, betepa perkataan "aku tidak pernah punya rencana untuk masa depan, sebab semua memang sesuai rencana sang sutradara"
tuhan, jadikan aku muhammadMu

Rabu, 28 Oktober 2009

Terjemah
Definisi Terjemah adalah memahami makna kalimat suatu bahasa dengan mengubahnya pada bahasa yang bisa difahami supaya dapat dicerna dengan baik melalui penalaran pribadi
Sedangkan manfaat dari terjemah yaitu memudahkan pemahaman dan memberikan pengertian yang rinci terhadap pembaca serta bernilai dakwah
Sebenarnya Teori menterjemah hampir sama dengan kriteria mencari pacar bagi playboys, sebab disini harus menggunakan katagori cantik bukan lagi setia. Hal ini bisa kita simak dengan dua jenis cara menterjemah dengan baik, yaitu :
1. Terjamah Maknawi merupakan sistematika mentarjemah dengan menggunakan pemahaman makna lalu diterapkan kedalam sebuah karya terjemah. jadi penterjemah harus pandai mengolah bahasa dengan tujuan keindahan dan memberikan kepuasan pada pendengar atau pembaca ( maka dalam hal ini disamakan dengan mencari pacar yang cantik supaya tidak membosankan )
2. Terjemah Lafdzi ialah cara mentarjemah dengan cakupan terbatas pada makna teks yang akan diterjemah sehingga meninggalkan kesan bahasa yang indah sebab memiliki nilai keterbatasan pada teks asli ( model seperti ini dianggap seperti pacar yang terlalu setia sehingga kurang disukai oleh playboys)

وما شيء إذا زدناه ينقص وإن ينقص باءذن الله زاد
Seperti itulah qiyas ulama yang berpendapat tentang dua perbedaan yang keduanya sama mempunyai nilai plus - minus

Senin, 26 Oktober 2009

Topeng

Sebenarnya tulisan ini hanya pantas dibaca oleh "konglomerat" hati yang benar-benar ingin melahirkan ideologi dan membuang jauh-jauh paradigma pragmatis mengakar pada kehidupan, simak edisi berikut dengan bersambung yo

Selasa, 06 Oktober 2009

Sebuah Perjalanan

Sudah lama tangan ini tak menari dengan baju qalam maupun lihai menjogetkan jari-jari diatas keyboard maka dalam keheningan kulihat lampu merah yang terus memberikan cahaya kecil, bersama sedikit kegelisahan dalam pikiran serta merenung&berpikir untuk menemukan jalan keluarnya.

Anak tangga doa yang terbangun belum juga menembus rahman-rahimNya mungkin suara dan jeritan hati itu masih "menyangkut" di bustan tempat semua doa memetik buahnya, sekali lagi kubangun anak tangga itu dengan dakian : ihdina as shirath al mustaqiim. sembari begitu wajah kekasihku begitu jelas melambaikan harapan pada hati ini, wajah ortuku juga kulihat disana, namun bayangan kebahagiaanlah yang terus mengejar 

Namamu sudah kuukir indah dalam hatiku, tiada bentuk ukiran manapun yang mampu menandinginya bahkan ukiran tidak akan bisa terhapus bersama waktu yang terus berjalan dan menunjukkan kebesaranNya.  Sungguh tiada yang bisa membuatku bahagia kecuali bersanding dengannya disetiap nikmat doa yang terus mengalir dari hari kebulan dan ketahun

Sabtu, 22 Agustus 2009

Ramadan

Ketika akan memasuki bulan suci ini, kita harus mujahadatunnafs, artinya adakah kita siap secara mental dan kafah untuk bersuci dengan taqarrub padaNya?

tiada dikatakan seorang memasuki bulan suci kecuali dirinya sudah suci, maka sucikan diri sekarang juga

diriwayatkan bahwa semenjak kita di"resmikan" berpuasa dengan dikumandangkannya imsak dan adzan subuh, pada waktu itulah semua malaikat mendoakan kita untuk mendapatkan maghfirahNya sampai adzan maghrib tiba. begitu pula kadar ukuran ampunan Allah terukur dikala kita melakukan shalat Tarawih semakin lama renungan kita padaNya maka ampunan Allah semakin mendekati kita

barang siapa berpuasa dengan benar-benar menghayati maka terhapuslah dosa yang sudah berlalu bahkan yang akan datang, begitulah ulama menerangkan betapa mulianya bulan dimana al Quran diturunkan ini

tiada kata yang paling indah disematkan pada dada kita kecuali start now !

Rabu, 05 Agustus 2009

Renungan



Sesuai dengan ilustrasi gambar ini, kehidupan itu penuh dengan anak tangga yang mengharuskan kita naik untuk mencapai tujuan atau bahkan turun demi tercapainya tujuan pula, namun hati - hatilah karena ketika kita sedang berada ditangah - tengah perjalanan pasti saja ada aral dan rintangan. Memang tidak ada sesuatu yang putih selalu bisa memberikan cahaya bagi kita terkadang dengan warna ini kita mudah dikotori
dari situlah setiap kali kita menghadapNya renungi bacaan Ihdina ila asshirat al mustaqiim
tidak ada kemerdekaan tanpa adanya perjuangan!Perjalanan masih panjang, jangan bunuh harapan dan cita dalam diri kita dengan hal yang tiada arti. akankah tunas bangsa akan bersemi ditengah gersangnya kaum ini...?


Minggu, 02 Agustus 2009

Bisu



Kehidupan, Ah...!
Sebelum dilahirkan "apa warnaQ ketika di dunia?" tanyaku padaNya....
tiada jawaban hanya cahaya Maha Kasih yang memancar
sekejap secercah sandal jepit datang mengikat pusarQ dengan wajahNya...
suatu hari ketika dunia sudah gelap berkecampuklah prahara dunia karena cinta
namun hingga kini hatiQ masih ingin mengecup FirmanMu
bersama ketulusan sabda

harapku hanyalah jadikan aku MuhammadMu